Panggung Gembira 18 Oktober 2012 Gontor

Ini adalah pengalaman penulis pertama kali nonton Panggung Gembira, selama ini lihatnya di Youtube doank. Acara kali ini adalah Panggung Gembira 687, nama angkatannya Dynamic Generation. Bagus, seru, hebat, mantap, dll mungkin semua penonton juga berpendapat demikian. Bagaimana kondisi PG tahun ini? Simak cerita singkatnya berikut ini.

Kamis siang, suasana parkir depan gedung Al Azhar sudah ramai. Banyak plat mobil berbagai daerah sudah memadati halaman. Waktu di Bapenta, di lorong lantai 1 dan 2 juga sudah banyak walisantri. Pada gelaran tiker dan masih banyak yang tiduran. Ups, di Bapenta sedang ada pameran stand sebuah produk kosmetik, beberapa akhwat cantik dan berdandan komplit memberi warna beda di bapenta hari ini, hehe…

Langsung ketemu adik, untung saja dia nelpon lewat wartel pas saya lagi masuk di daerah Ponorogo, jadi gak perlu cari-carian deh, langsung janjian aja, suruh nunggu di Al Azhar, 5 menit lagi kita sampai Pondok. Jreng..jreng.. adik saya lari mendekati tukang ojek yang saya tumpangi.

Muter-muterin pondok sampailah di depan panggung, depan Aligarh. Wow, gede bgt stage nya. Dengan domiinasi warna hijau tua cerah, panggung yang kokoh dan megah, meberikan efek 3 dimensi ini sedang di hias oleh ratusan bahkan ribuan santri. Semua pekerjaan dilakukan dengan gotong royong, ada yang angkut-angkut kembang, pasang papan selamat datang, pasang screen LCD, dll.

Pukul 15-an mulai gladi resik, lucu-lucu atraksinya, haha.. Tapi belum pada pake kostum. Masih pada pake kaos dan beberapa pakai sarung.

Pukul 19, acara dimulai. Antrean mulai memadati pintu masuk. Baik di pintu pria atau wanita. Semua di jaga ketat. Hingga akhirnya pintu pun di buka dan para walisantri pun bisa masuk ke dalam.

Atraksi pertama, pembukaan donk. Atraksinya ada nyanyi-nyayi di barisan belakang, barisan depan adalah tarian Aceh yang bagus itu, bagian tengah ada penyanyi, bagian pinggir alat musik dan penari-penari yang lucu gerakannya. Ada penabung gendang/rebana. Nama sesi ini Badrun kalo gak salah. Bagus, bagus, semua kompak. Pada pake kostum yang warna-warni, so makin yahud aja penonton dibuatnya. Disusul dengan munculnya barongsai, dan ada pesta kembang apinya. Ada kiciran lampu diterbangkan (biasa sering kita lihat di alun2 kidul jogja), dan balon-balon diterbangkan. Hmmm, keren lah.

Acara memikat berikutnya adalah angklung. Instrumen modern dipadukan dengan angklung, dan terompet. Apik, tapi sayangnya suara terompetnya mendominasi jadi angklungnya kurang terdengar. Tapi dapet nilai 8 cukup lah (penilian saya sendiri sih..).

Next, Gontor On the Spot. Ha..ha.. Gila juga ya anak Gontor bikin video 7 antraean paling panjang versi Gontor. Ada antrean makan, kamar mandi, cukur, ambil buku tabsis di ADM, antre beli mie ayam gontor, dan antrean terpanjangnya waktu mau minta surat kepulangan. Digambarkan di video itu antrean yang sangat panjaaaaang gak abis-abis. Gokil, saya tertawa lama lihatnya. Antre, kereta api kesabaran, begitu filosofisnya.. Hehe. Saya coba googling di youtube ternyata belum ada yang upload. Tunggu saja, mudah-mudahan diupload dan siap-siaplah tertawa.

Next, harmoni nusantara. Ini sesi paling oke [versi saya]. Paling menyentuh, karena emang bener sih, Indonesia dikarunia berbabagai macam budaya yang indah dan harus kita lestarikan. Diawali dari Provinsi NAD dengan tarian samannya. Lalu Papua dengan lagu Sajojo-nya, kemudian Sumatra Utara dengan tarian kaki-nya. Semua kompak dan sambung menyambung, jadi penonton dibuat makin terpukau karena dibuat klimaks berkali-kali, haha lebay bahasanya. Selanjutnya tari Kecak Bali, mantap lah dengan suara musik pendukung yang gak henti-henti. Next lagu Jawa Getuk asale seko telo, dengan para penari dan penyanyi pada pakai blangkon dan baju hijau. Berikutnya lupaa, udah sedikit ngantuk juga sih.

Walau beberapa kali hujan dan gerimis datang berkali-kali, tidak menyurutkan antusias penonton untuk terus nongkrongin depan panggung. Untungnya saya sedia payung dari Jogja, jadi tetap dry sepanjang acara. Acara membosankan ketika pada baca syair atau puisi, dan cerita anoman yang pakai bahasa arab, wah gak paham jadi gak bisa menikmati.

Acara selesai pukul 23an. Dan hujan deras mengguyur, bubar lah penonton dan panitia pun merayakan kesuksesan acaranya dengan bernyanyi bersama. Tersenyumlah selamanya, itu petikan lagu yang saya dengar dari kejauhan. “Hebat, anak-anak setara SMP SMA bisa bikin acara sangat spektakuler seperti itu, keren lah” pikir saya dalam hati. Betapa sibuknya panitia di belakang panggung saat acara itu ya.. puluhan tenaga, keringat, cemas, dan kesenangan bercampur jadi satu. demi kesuksesan acara. Hasilnya bisa dilihat oleh kita kemarin malam, wow luar biasa…

4 thoughts on “Panggung Gembira 18 Oktober 2012 Gontor

  1. Subhanallah.. tidak akan nyesel tiap tahun kita kesana.. berjubel-jubel dengan walisantri yang lain untuk melihat “kehebatan” para santri GONTOR. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s