My Life My Adventure

Oleh: Wimbo

Kisah hidupku dimulai dari umur 12 tahun, ketika aku masih lugu, polos & belum mengerti akan arti sebuah hidup. Aku meneruskan studiku di balik jeruji suci di sebuah pondok di kawasan Ponorogo, tepatnya di Ponok Modern Darussalam Gontor, pondok dengansebutan “ Kampung Damai”, sebuah nama yang sesuai dengan suasana pondok yang ramah, hening, penuh dengan lantunan ayat suci Al-qur’an…Pondok Modern Gontor memiliki motto sebagai berikut :

1. Berbudi tinggi

Seorang pembelajar sejati semestinyalah memiliki budi yang tinggi. Pengetahuan yang dimiliki, janganlah sampai membuatnya tinggi hati, sombong dan congkak. Prinsip padi, semakin berisi semakin merunduk, adalah yang utama. Orang yang sombong dengan ilmunya, menunjukkan kehampaan jiwanya.

2. Berbadan sehat

Kesehatan badan sangat dibutuhkan oleh seorang pembelajar. Kesehatan badan di sini bukan bermakna kesempurnaan, tapi merupakan keadaan yang fit dan siap menerima kucuran ilmu pengetahuan. Seorang pembelajar yang sedang sakit raganya, apalagi jiwanya, tentu akan kesulitan mengikuti proses transformasi pengetahuan. Untuk itu, menjaga kesehatan adalah penting. Caranya adalah selalu berolahraga dan bergembira. Dengan berolahraga, sirkulasi darah akan lancar dan dengan bergembira sirkulasi emosi pun dapat terkontrol.

3. Berpengetahuan luas

Seorang pembelajar harus membuka akal dan hatinya seluas-luasnya agar dapat dengan mudah memperoleh pengetahuan. Keluasan pengetahuan akan membuat seorang pembelajar menjadi bijaksana. Kepicikan muncul sebagai akibat dari sempitnya ilmu yang dimiliki. Seorang pembelajar yang luas pengetahuannya, senantiasa menghargai segala bentuk pemikiran. Dan dengan keluasan pengetahuan, seseorang akan memiliki benteng yang kokoh untuk dirinya, sehingga tidak mudah tergelincir oleh godaan.

4. Berpikiran bebas

Berpikir bebas adalah muara dari seluruh proses pembelajaran yang dilalui oleh seorang pembelajar. Hanya, perlu digarisbawahi bahwa kebebasan di sini bukanlah kebebasan yang tak terkendali. Kebebasan ini adalah kebebasan yang berlandaskan tiga hal sebelumnya, yakni ketinggian budi, kesehatan badan dan keluasan pengetahuan. Tanpa ketiga hal tersebut, pikiran manusia akan menjadi liar, dan itu akan sangat berbahaya. Keliaran akan membuat manusia menjadi sama dengan binatang, atau bahkan lebih rendah darinya.

Di sini aku diajari oleh pak kyai bagaimana mengahadapi hidup dengan mandiri, jauh dari orang tua, mau ngapain aja sama teman tanpa belaian kasih saying seorang ibu. Pondok Gontor mengajari para santrinya sebuah Totalitas Pendidikan penuh 24 jam, pondok Gontor juga mengajarkan para santrinya mengenai panca jiwa seorang santri, panca jiwa itu adalah:

  1. Keikhlasan
  2. Kesederhanaan
  3. Berdikari
  4. Ukhuwah Islamiyah
  5. Jiwa Bebas

Selama hampir 7 tahun selama aku belajar disana melaksanakan keseharian yang sama. Lain halnya para murid SMP atau SMA yang bisa jalan-jalan sesuai dengan keinginan mereka ketika bosan. Tapi, Alhamdulillah aku sangat berterimakasih dan bersyukur bisa hidup di pondok. Aku memiliki banyak teman dari Sabang sampai Merauke bahkan dari luar negeri juga ada. Disini para santri tidak diajari membaca Al-Qur’an saja, akan tetapi sangat banyak sekali aktivitas ekstrakurikuler seperti :

  1. Pramuka
  2. Olahraga
  3. Kesenian
  4. Latihan Pidato dlm bhs Indonesia, Arab, dan Inggris
  5. Khutbah Jum’at
  6. Tau’iyah Diniyah
  7. Diskusi
  8. Kursus Komputer
  9. Praktek di Laboratorium Bahasa
  10. Kursus Jurnalistik
  11. Majalah Dinding dlm bhs Arab dan Inggris
  12. Baca buku di Perpustakaan
  13. Keterampilan

Gontor juga mempunyai kurikulum sendiri yang bernama Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), yang artinya “ Persemaian Guru-guru Islam” yang mempunyai visi dan misi sebagai berikut :

Visi

Sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren.

Misi

1.      Membentuk generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah.

2.      Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat. Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek. Mewujudkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Kemudian kurrikulum KMI ini mendapatkan pengakuan dari pihak pemerintah sebagai berikut :

  1. Menteri Pendidikan dan Pengajaran Republik Arab Mesir, tahun 1957
  2. Kementerian Pengajaran Kerajaan Arab Saudi, tahun 1967
  3. University of the Punjab, Lahore, Pakistan, tahun 1991
  4. Dirjen Binbaga Islam Depag RI th. 1998
  5. Menteri Pendidikan Nasional RI th. 2000

Prestasiku selama disana Alhamdulillah cukup lumayan sobat pembaca, inilah penghargaan yang kudapat selama disana :

  1. Mewakili Gontor untuk kegiatan Jambore Daerah di Malang tahun 2005
  2. Mewakili Gontor untuk kegiatan Jambore & Raimuna se-indonesia dan menjadi juara umum tahun 2006
  3. Panggilan kelulusan ke-30 dari 900 siswa
  4. Menjadi pengurus kepramukaan dan menjabat sebagai bagian Perpustakaan(ANKUPERPUS) & Pembina gugus depan 15089/11 (Bindep)
  5. Menjadi juara 1 lomba perkemahan penggalang dan penegak se-Indonesia tahun 2004

Cukup sekian kisah hidupku di pondok yang bisa kuceritakan kepada teman-teman pembaca.

Sumber: http://wimbo11ers.wordpress.com/my-profile-2/my-adventure/

http://hardivizon.com/2010/02/19/motto-pembelajar/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s