Mencontek di Gontor

Oleh: ANR

1 Juni 2011

Mencontek? Jika kita membicarakan tentang mencontek tentunya kita akan mengatakan hal itu adalah lumrah. Bahkan sangat lumrah pada proses pendidikan sekarang. Banyak para siswa dan siswi sekarang lebih mengandalkan pendidikan mencontek untuk menyelesaikan ujiannya.

Tetapi jika kita beranjak dari dunia luar menuju kedisiplinan di dalam pondok modern GONTOR, maka kita akan menemukan bahwa Mencontek adalah perbuatan yang sangat HARAM dan sangat DILAKNAT. Mengapa saya bisa berkata seperti itu? Karena saya adalah salah satu pelaku pencontekan yang pernah ada di Gontor Putri 1. Hukuman untuk pencontekan atau lebih sering disebut Al-Ghish di Gontor adalah memakai kerudung pelanggaran (warna hijau-orange) minimal 3 hari, dijemur di depan masjid, dan masih banyak hukuman lain yang akan diberikan ustadzah KMI. Setelah itu, bahkan hukuman terberat dapat di skors selama setahun.

Hal itu semua dikarenakan motto Gontor sendiri dalam ujian yaitu “Jarum Jatuh pun Kedengaran”. Kemungkinan kita mencontek hanya 1% bahkan tidak ada. Bagaimana bisa kita menyontek sedangkan ada 5 pengawas yang dengan tak kenal lelahnya berkeliling ria ketika kita ujian. Dan tempat duduk para santripun dibedakan dan tidak akan disamakan menurut angkatan.

Kemudian lebih parahnya lagi betapa sadisnya soal yang diberikan kepada santri. Jika di luar kita mengenal soal dengan rata-rata berbentuk pilihan ganda, maka di Gontor tidak akan pernah mengenal dengan soal pilihan ganda tersebut. Dengan sistem tersebut maka nilai ujian diharap merupakan hasil original 100% dari proses belajar para santri.

Menurut pendidikan sistem ini dapat melatih kejujuran dan kesemangatan siswa, namun menurut para santri di Gontor, sistem ini sangat merugikan nilai mereka. Betapa tidak jika kita mendapat nilai 1, maka di rapot akan ditulis 1 dan tidak akan pernah ada penambahan nilai atau remidi. Dengan begitu santri akan malu dan lebih memacu semangat belajarnya.

Ketika itu, saya dan teman-teman berada pada sulitnya ujian hadis dan ushul fiqh kelas 3 intensif pada ujian tengah semester. Karena sangat sulitnya untuk menghafal bulughul maram maka saya terpaksa mencontek teman saya. Karena jika ujian tengah semester maka pengawas hanya berdua. Tetapi saya tidak mencontek sendirian, melainkan bersama satu teman saya. Saya mencontek dengan terburu-buru sampai saya tidak mengetahui bahwa salah satu pengawas telah menggelinding di depan saya dan mengucapkan “Astaghfirullahal’adziim!” maka dengan satu kata itu saya dapat memprediksikan kejadian selanjutnya.

Segera saja pada malam hari saya dipanggil oleh wali kelas saya tercinta dan KMI. Kemudian saya dan teman saya dianugrahi kerudung pelanggaran dan beberapa hukuman selanjutnya. Yang membuat saya sedih adalah saya telah mengkhianati kepercayaan wali kelas saya. Ternyata hukuman tidak berhenti sampai itu saja. Ustadz Hidayatullah Zarkasyi sangat marah ketika mengetahui bahwa ada santriwati kelas 3 INT B ketahuan mencontek, maka tak kenal ampun beliau memberikan komando pada KMI untuk menurunkan kelas saya dan teman saya menjadi kelas 3 INT C.

Maka tidak dapat dibendung lagi kesedihan kami untuk meninggalkan teman satu kelas yang sudah seperti keluarga, namun kami menerimanya dengan lapang dada dan berharap di kelas selanjutnya kami dapat menemukan yang lebih baik lagi. Ternyata di balik suatu kejadian selalu ada hikmahnya. Di kelas 3 INT C ini kami menemukan teman-teman yang sangat ceria dan baik hati, maka tidak dalam waktu lama kami dapat menjadi sebuah keluarga seperti di kelas sebelumnya. Pengalaman ini tidak akan terlupakan bagi saya. Semoga dengan ini semua kita dapat menyadari bahwa mencontek itu sebenarnya tidak baik.

Sumber: (tidak ditampilkan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s