Pak Pos Gontor

Catatan Ust. Oky Siqah Jiddan Wa Haqiqatan (FB)

11 April 2011

Tahukah antum siapa PAK SODIMIN itu?? Beliau adalah tukang Pos Gontor, yang dulu ketika jaman penjajahan, beliau yang mengambil Wesel dan Paket para santri ke Jetis dengan sepeda onta…jangan dibayangkan jalan mulus dan aspal kaya sekarang, dulu ke jetis itu melewati Hutan belantara, diantara ancaman rampog dan maling di sepanjang Jalan…Tapi Alhamdulillah sampai kemudian Pos masuk ke Gontor, beliau tidak pernah kehilangn sepeserpun uang santri yang jadi amanah beliau.

Beliau meninggal beberapa tahun yang lalu, dan sampai meninggal beliau tetap hidup bersahaja dan sedrhana di Gontor selatan. Bagi yang masih belum familiar, beliau adalah Ayah dari ust Edy Kusnanto…

Satu hal yang saya ingat dari beliau adalah, ketika sempat silaturahmi ke rumah beliau. Beliau bercerita tentang “karomah” KH Ahmad Sahal, yang sering sekali beliau dampingi ketika berkeliling Ma’had. Salah satunya adalah ketika KH AHmad Sahal dan Pak Sodimin berjalan di sebuah pematang sawah. Lalu Alm Kyai Sahal berkata :

“Kuwi sawah sisih tengen kuwi bakale kanggo omah Guru, lek sing kiwo iki mbesuk bakal dadi omahe santri, lha gunung kana kae, mbesuke bakal dadi panggon tembak-tembakan, Insya Allah pondok iki bakale gedhe latare tekan celebes”

(Itu sawah sebelah kanan kita, kelak akan jadi rumah Guru, dan yang di sebelah kiri itu jadi kamar santri, lalu gunung disana itu kelak bakal jadi lapangan tembak-menembak..Insya Allah, pondok ini nanti akan besar, halamannya sampai ke Celebes (sulawesi).

Antum jangan bayangkan kondisi Gontor semaju sekarang. Kata-kata beliau di waktu disebut adalah ibarat mimpi di siang Bolong di telinga pak Sodimin. Lha bangunan Gontor cuma masjid Pusaka dan Madrosah (ADM) kok. Kondisi negara juga tidak mungkin membangun gednung saat itu.

Tapi itulah yang terjadi. Antum tahu dimana lokasi perbincangan itu?? Itu terjadi di jalan antara Gedung saudi bagian belakang dan PERDOS (Jalan qism ta’mir), dan sawah yang beliau tunjuk akhiornya betul-betul jadi rumah Guru (perdos) dan Rumah Santri (Gedung saudi). Sedangkan gunung yang beliau tunjuk adalah daerah suren, yang kelak kemudian dibeli oleh AURI dan dijadikan lapangan tembak pesawat (bayangkan, mana Indonesia punya pesawata saat itu). Dan terakhir, akhirnya kalimat beliau betul-betul jadi kenyataan, bahwa Gontor akhirnya sampai ke celebes / sulawesi (ingat, waktu itu celebes ada “luar negeri”. karena negara Indonesia belum lahir)…Subhanallah….

Semoga Allah mengampuni segala dosa beliau-beliau ini, dan menerima segala amal Baik mereka…amien…

Sumber: http://muharsafa.blogspot.com/2011/04/pak-pos-gontor.html#more

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s