Ukuran Sukses

Oleh: Yanis Alfian

11 Februari 2010

Pada suatu hari almarhum KH. Imam Zarkasyi (Pendiri Pondok Modern Gontor) pernah ditanya oleh seorang wartawan, “Anda pasti bangga dengan banyaknya alumni Gontor yang sukses.” Waktu itu memang banyak alumni Gontor yang menjadi tokoh-tokoh penting di Indonesia. Secara detailnya siapa sajakah mereka, maaf, aku lupa. Almarhum KH. Imam Zarkasyi pun menjawab, “bagi saya seorang alumni yang berada di desa terpencil dan mengajar ngaji di sebuah surau kecil, itulah alumni yang sukses.”

Cerita di atas berkali-kali kudengar selama di Gontor. Cerita itu juga kalau tidak salah termuat dalam buku `Kepondokmodernan`, Sebuah buku yang wajib digemblengkan pada setiap santri yang belajar di Gontor. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada setiap santri tentang sistem pembelajaran yang ada di Gontor, kemanakah tujuan pembelajaran yang diadakan di Pondok Modern Gontor sehingga para santri tidak hanya akan melek walang saja. Mengikuti kegiatan dengan asal ikut saja tanpa memahami apa maksudnya. Dalam banyak kesempatan para asatidz di Gontor sering mengatakan, “Apapun yang kalian lihat, dengar dan rasakan di Gontor, semua adalah pendidikan.”

Dari cerita ini dapat disimpulkan bahwa sukses menurut KH. Imam Zarkasyi bukanlah sukses secara harta benda. Beliau berpandangan bahwa suksesnya anak didiknya adalah dengan bermanfaatnya ilmu yang dipelajarinya selama di Gontor. Aku masih ingat dengan wejangan yang sering diberikan oleh KH. Abdullah Syukri Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Gontor saat ini) pada kelas 6, “Kalau dalam 5 tahun setelah kalian lulus dari Gontor kalian tidak sukses, maka jangan harap kalian bisa sukses seumur hidup.”

Sebenarnya apa sih sukses itu? Sukses dalam hal yang gimanakah yang dimaksud oleh Pak Syukri? Beliau sendiri tidak menjelaskan secara detail.

Di masyarakat Indonesia sekarang ini, sukses tidaknya seseorang sering dikaitkan dengan seberapa kayakah dia. Di Majalah Gontor, sebuah majalah yang menjadi aspirasi Pondok Modern Gontor dan penyambung silaturahmi dengan wali santri, ada sebuah rubrik yang menjelaskan tentang profil para alumni yang sukses. Dalam rubrik itu sering ditunjukkan profil alumni Gontor yang sukses dalam berdagang, tapi belum pernah ditunjukkan profil alumni yang sukses menurut gambaran KH. Imam Zarkasyi.

Lalu apakah mengukur sukses dengan ukuran kekayaan harta itu salah? Tidak, aku tidak bisa bilang itu salah. Itu benar. Karena untuk mendapatkan kekayaan itu mereka pasti telah bekerja keras membanting tulang sehingga akhirnya bisa menikmati jerih payahnya sekarang. Yang salah menurutku adalah kalau menganggap bahwa Orang sukses = orang berharta.

Terus bagaimana caranya kita mengetahui kalau seseorang itu sukses? Adakah ukuran yang tepat untuk memastikan kalau kita atau orang lain itu sukses?

Kemarin aku membaca sebuah hadis Nabi dalam sebuah buku. Hadis tersebut berbunyi: “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka beruntunglah dia. Barang siapa yang hari lebih sama dengan hari kemarin maka merugilah dia. Barang siapa yang yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin maka celakah dia.” Bukankah ini ukuran sukses yang diajarkan oleh Rasulullah SAW?

Apakah kita termasuk orang sukses? Untuk mencari jawabannya, marilah kita bermuhasabah, introspeksi diri, sudah lebih baikkah kita hari ini dibandingkan dengan hari kemarin? Lebih bersemangatkah kita, dalam hal apapun baik belajar maupun bekerja, daripada hari kemarin? Sudah bertambahkah ilmu kita dibandingkan dengan kemarin? Sudahkah kita perbaiki kesalahan yang kita lakukan kemarin? Atau malah kita mengulangi kesalahan yang sama dengan kemarin? Atau yang lebih parah lagi, kita melakukan kesalahan yang lebih parah dari kemarin?

Terus terang aku sendiri tidak bisa banyak berceloteh tentang muhasabah diri. Aku merasa diriku belum bisa dibilang orang sukses. Aku sering jatuh pada kesalahan yang sama berkali-kali. Meskipun setiap kali terjatuh aku selalu menyesalkan diri, tetap saja berkali-kali aku jatuh pada kesalahan yang sama. Mari, kita selalu berusaha untuk bisa sukses.

Ushikum wa nafsi

Wallahu a`lam bisshowab

Sumber: http://yanisalfian.wordpress.com/2010/02/11/ukuran-sukses/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s