Gontor Putri Mantingan – info

Alhamdulillah, berkat dukungan dari berbagai pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu (halllah.. kaya kata sambutan aja..)akhirnya mission accomplished.
Misi untuk survey ke beberapa Ponpes sudah terlaksana. Jakarta-Bogor dsk (DarunNajah – Ulujami, Darul Marhamah Al Irsyad – Cileungsi, Al Huda -Cimanglid Bogor, Darul Muttaqien – Parung). Solo dsk (Gontor Putri -Mantingan, Al Mukmin – Ngruki (walaupun cuma selintas saja), dan AsSalam – Solo.
Karena “sistem” di Ponpes Gontor agak berbeda dengan yang lainnya, maka saya akan berbagi info tentang Ponpes Gontor Putri-Mantingan (GP 1, 2 dan 3).

LokasiMantingan, Ngawi – Jawa Timur. Walaupun demikian akan lebih mudah dicapai dari Solo, karena letaknya di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur.
Waktu yang ditempuh dengan berkendaraan mobil/bis dari Solo ke Mantingan kira-kira 1,5 jam.

Kalender kegiatan belajar mengajar di Ponpes Gontor agak berbeda dengan Ponpes lainnya. Jika di Ponpes lain tahun ajaran baru sama dengan sekolah umum yaitu bulan Juli, tetapi di Ponpes Gontor mulai dari bulan Syawal setiap tahunnya. Dan untuk tahun 2010 ini jatuh pada bulan September 2010.
Sedangkan pelaksanaan Test masuk bagi calon santri akan diadakan dua gelombang. Keduanya diadakan sebelum Ramadhan (= sekitar Juli-Agustus 2010).

Penerimaan pendaftaran calon santri tahun ini dimulai pada bulanJuni 2010. Calon santri langsung datang mendaftar (diantar oleh orangtua/wali) dengan membawa dokumen sbb:
– Ijazah SD atau SMP (tergantung tingkatan belajar yg dipilih) yang telah dilegalisir 2 lembar.
– Foto copy Akte Kelahiran 3 lembar
– Foto Copy Kartu Keluarga 1 lembar
– Pas Foto (berkerudung) ukuran 3×4 8 lembar dan 4×6 2 lembar.

Pada saat pendaftaran ini calon Santri sudah membawa pakaianuntuk langsung mulai “latihan mondok/nyantri” menjelang Test Saringan Masuk.
Orangtua/wali juga akan diberikan pengarahan tentang “Pondok Gontor” itu seperti apa, agar tidak ada kesimpang-siuran informasi.

Selama “latihan mondok” ini (kira-kira satu setengah bulan tinggal dan belajar di Pondokan), calon santri akan diberikan pelajaran sehubungan dengan materi Test masuk, yaitu:
–    Membaca Al Qur’an
–    Tajwid
–    Imla’ (dikte bahasa Arab)
–    Berhitung
–    Bahasa Indonesia

Jika calon santri tidak lulus di ujian gelombang I, bisa memperpanjang waktu “latihan mondok” nya dan mengikuti Test gelombang II.

Kemarin pada saat saya survey kesana, masih ada beberapa calon santri yang “latihan mondok” untuk persiapan Test masuk tahun ini. Mereka adalah calon santri yang tahun kemarin tidak lulus Test masuk, tapi masih tetap ingin belajar di GP. Man Jadda Wajada..

Beberapa orangtua mereka sesekali mengunjungi anaknya. Tetapi “pertemuan” mereka hanya boleh dilakukan di “ruang penerimaan tamu” Pondokan saja. (Jadi gak boleh diajak jalan-jalan ..).

Jika lulus Test masuk, maka santri akan disebar ke beberapa Pondok GP (GP 1 s/d 5). Lokasi GP 1, 2 dan 3 berdekatan yaitu di MantinganGP 4 di Kendari. Sedangkan GP 5 di Kediri (dekat dengan Gontor Putra 3). Tetapi jangan khawatir untuk calon santri dari Jakarta/pulau Jawa, bisa dibilang tidak mungkin disakurkan ke Kendari..

FYI, lama belajar di GP adalah 6 tahun (kelas 1 s/d 6). Jadi sejak lulus SD bisa langsung mendaftarkan diri untuk masuk GP. Tetapi jika sudahlulus SMP, santri akan belajar selama minimal 4 tahun, yaitu kelas 1 intensifkelas 3 intensif, kelas 5 dan 6. Yang dimaksud dengan kelas 1 intensif adalah semester pertama akan belajar materi kelas 1 dan semester kedua akan belajar materi kelas 2. So, di tahun kedua, 6 bulan belajar pelajaran kelas 3, dan 6 bulan berikutnya belajar pelajaran kelas 4.

Bahasa yang dipakai disini HARUS Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Keculai bagi santri baru, diperbolehkan berbahasa Indonesia hanya pada semester pertama saja.
Kenapa demikian? Kok tidak nasionalis sekali kedengarannya? Hmm.. ternyata ada alasan kuatnya. Yaitu, jika kita ingin mempelajari sesuatu, pelajarilah dari “bahasa asalnya” jangan dari terjemahannya, karena akan kurang sempurna makna/artinya. Nah, untuk mempelajari “Sumber segala Sumber” yaitu Al Qur’an, kita harus faham betul Bahasa Arab, tidak cukup dari terjemahannya. Lalu untuk mempelajari “ilmu dunia”, banyak buku ditulis dalam Bahasa Inggris, maka dari itu fahami juga bahasa tersebut.

Di GP tidak ada pembagian penjurusan seperti SMA umum (IPA/IPS/Bahasa). Mereka tetap belajar Geografi, Sejarah, Biologi, Fisika, Kimia. Selain tentunya pelajaran Agama Islam lainnya yng menjadi “inti” materi pendidikan disini, seperti Al Qu’an, Hadits, Fiqih, Tauhid, Tahfidz, Tarikh dll.

Setelah menyelesaikan pelajaran sampai kelas 6, santri diminta untuk“mengabdi” sebagai pengajar. Masa dan lokasi Pengabdian ini ada beberapa macam:
– Pengabdian di Pondok Gontor selama 1-4 tahun (tergantung keinginan pengabdi sendiri). Bisa jadi selama mereka mengabdi di Pondok, mereka juga nyambi kuliah di Gontor.
– Pengabdian di Pondok Alumni selama 1 tahun. FYI, banyak sekali Pondok Alumni Gontor yang tersebar di Indonesia, misalnya DarunNajah, Darul Muttaqien dll.
 Bebas. Maksudnya bebas mengabdi di sekolah mana saja, minimal selama 1 tahun.

Setelah selesai pengabdian, mereka akan diberikan Ijazah kelulusan. Jadi, gak ada UAN lagiii..

InsyaAllah lulusan Ponpes Gontor akan mudah meneruskan “jalan hidup”. Jika ingin meneruskan kuliah selain di Gontor, walaupun mereka tidak spesifik belajar IPA/IPS, tetapi banyak juga yang sukses meneruskan kuliah di ITB, ITS, UI, UNPAD dan PTN lainnya baik di bidang Teknik, Kedokteran, Ekonomi maupun ilmu-ilmu Pasti atau Sosial lainnya, tergantung minat dan kemampuan mereka.
Bahkan banyak sekali yang mendapat beasiswa dari negara-negara lain (misalnya Arab, Mesir, Malaysia dll)

Oiya, sebagai orangtua kadang kita ingin tahu lebih detail tentang”non pelajaran”. Misalnya tentang kamar tidur, kamar mandi, makan dll.
Di Gontor Putri 2 jumlah kamar tidur ada 10 kamar. Setiap Kamar tidur diisi oleh maks 30 orang.
Jumlah kamar mandi ada 45. Jadi jika setiap kamar tidur penuh terisi 30 orang, maka perbandingan kamar mandi: santri adalah 1:6. Cukup lah.. (ingat masa-masa di penginapan Aziziah saat haji dulu )

Untuk makan sudah ditanggung oleh Pondok, karena sudah termasuk dalam “biaya bulanan”. Tetapi jika ada kiriman makanan tambahan dari orangtua, sah-sah aja kok..
Juga untuk cuci pakaian, ada jasa laundry juga disana. Tetapi banyak juga santri yang mencuci sendiri. Masih tentang pakaian, setiap santri membawa maksimum 6 stel pakaian. Pakaian yang diperbolehkan (tentu saja) pakaian muslim, gamis dan rok panjang tanpa belahan, panjang blouse minimum sejajar dengan ujung jari tengah si santri.

Lalu untuk izin keluar pondok? Hanya boleh saat liburan saja. Yaitu pada bulan Rabi’ul awal 10 hari dan Ramadhan-Syawal 50 hari. Selain liburan, santri tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan Pondok. Lha.. untuk belanja keperluan bulanan santri bagaimana?Jangan khawatir, segala keperluan santri bisa dibeli di toko/koperasi di dalam lingkungan Pondok. Jangankan sabun mandi, shampoo, dll bahkan sepatu pun ada.
Trus, kalau ada acara keluarga boleh izinkah? Jawabannya: La!! Tidak boleh.., bahkan jika ada acara keluarga “penting” sekalipun seperti pernikahan kakak, adik dll tetap tidak boleh. (hmmm.. siap kan?)

Semoga informasi ini bermanfaat.
Jika masih ada pertanyaan lain, silakan saja. Saya akan coba menjawab semampu saya.
Atau silakan hubungi langsung GP2 (khusus untuk info penerimaan santri baru) di 0351-673263      .

Salam..
Alvira

Sumber: http://benji101.multiply.com/journal/item/22/Gontor-Putri-Mantingan-info?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

One thought on “Gontor Putri Mantingan – info

  1. Assalaamu `alaikum warahmatullah . ana dari malaysia ingin ziarah semarang , demak, kudus, seterusnya ke pondok gontor di ponorogo dan akhirnya ke pesantren persis bangil pada 30 oktober hingga 6 november 2012.

    Dari Kuala Lumpur , mungkin ana turun di Semarang atau Jogja. Bagaimanakah yang paling bagus ittinary nya. cadangan saya:

    1. Jogja ke semarang , ada direct bis ke? kalau ada termnal nya di mana dan berapa ongkosnya? ada kereta ke dari jogja ke semarang?
    2. Semarang Demak dan Kudus naik bis ke?
    3. Dari Kudus ke Ponorogo ada bis ke?
    4. Bagaimana kalau dari Kudus ke Solo, kemudian dari Solo ke pondok Gontor di Ponorogo dan dari ponorogo ke persis bangil? Mana yang paling bagus rutenya.
    5. Ana juga nak ziarah pesantren yang beraliran salafi. Boleh terangkan mana2 pesantren yang dapat ana ziarah di jogja, semarang, solo, demak, kudus, bangil dan ponorogo dan bagaimana cara untuk ke sana dengan kereta dan bis.
    6. untuk maklumat, ana lulusan Universiti Islam Madinah 1985. Mana tahu kot ketemu teman2 lama yang sama2 menuntut di Madinah dulu.

    Sekian makasih. wassalaamu`alaikum warahmatullah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s