Definisi dan Isi Panca Jiwa Pondok Pesantren

Oleh: K.H. Imam Zarkasyi

A.  Pengertian (definisi) Pondok Pesantren

Untuk memperoleh pengertian tentang Pondok Pesantren, kita tidak usah membuat analisa terlalu mendalam dengan meninjau sejarah pondok terlalu jauh sampai ke zaman kuno. Untuk itu cukuplah kiranya apabila kita memperhatikan perkembangan agama Islam ditanah air kita, sekitar abad kita ini (skitar 100-200 tahun yg lalu), yaitu pada waktu lembaga yang kita sebut sebagai “Pondok Pesantren” dengan jelas menunjukkan peranannya yang sangat penting dalam penyiaran agama Islam.

Maka dengan demikian pengertian Pondok Pesantren menurut para orientalis, seperti Snouck Hurgrounche, yang hanya memperhatikan bentuk lahir dari sebuah Pondok Pesantren, sudah tentu tidak dapat kita terima sebagai pengertiannya, karena yang dinilai hanyalah kulitnya saja tidak sampai pada isi yang terkandung didalamnya. Sebab memang bukan itu hakekat Pondok Pesantren yang telah banyak memberikan jasa kepada agama, nusa dan bangsa.

Maka Pondok Pesantren dapat dirumuskan sebagai berikut: Lembaga Pendidikan Islam dengan sistem asrama, dengan Kyai sebagai sentral figurnya, dan masjid sebagai titik pusat kejiwaannya.

B. Isi Pondok Pesantren

  1. Hakekat Pondok Pesantren terletak pada isi dan jiwanya, bukan pada kulitnya. Karena dalam isi itulah kita temukan jasa Pondok Pesantren bagi agama, nusa dan bangsa.
  2. Pokok isi dari Pondok Pesantren adalah pendidikan mental dan karakternya. Selama beberapa abad sejak sebelum adanya sekolahan secara Barat, Pondok Pesantren telah memberikan pendidikan yang sangat berharga kepada para santri-santrinya, sebagai kader-kader mubaligh dan pemimpin umat dalam berbagai bidang kehidupan.
  3. Didalam pendidikan Pondok Pesantren itulah terjalin jiwa yang kuat, yang sangat menentukan filsafat hidup para santri. Adapaun pelajaran/pengetahuan yang mereka peroleh selama bertahun-tahun tinggal di pondok, adalah sebagai bekal (alat kelengkapan) dalam kehidupan mereka kelak di masyarakat.

Ilmu pengetahuan/pelajaran yang diberikan Pondok Pesantren, dapat saja berbeda-beda; tinggi dan rendah, dan caranya pun dapat berubah-ubah menurut pandangan dan hajat masyarakat atau pandangan hidup tiap-tiap orang. Namun jiwa Pondok Pesantren itulah yang menentukan arti hidup serta jasanya.

C. Jiwa Pondok Pesantren

Kehidupan dalam Pondok Pesantren dijiwai oleh suasana-suasana yang dapat kita simpulkan dalam panca jiwa sebagai berikut:

Jiwa Keikhlasan: sepi ing pamrih (tidak didorong oleh keinginan-keinginan tertentu). Semata-mata karena dan untuk ibadah. Hal ini meliputi segenap suasana kehidupan di Pondok Pesantren. Kyai ikhlas dalam mengajar, para santri ikhlas dalam belajar, lurah pondok juga ikhlas dalam membantu (asistensi). Segala gerak-gerik dalam Pondok Pesantren berjalan dalam suasana keihlasan yang mendalam. Dengan demikian terdapat suasana yang hidup yang harmonis, antara Kyai yang disegani, dan santri yang taat dan penuh cinta dan hormat.

Jiwa Kesederhanaan: Kehidupan didalam pondok diliputi suasana kesederhanaan, tetapi   agung. Sederhana bukan berarti pasif (nrimo), dan bukanlah itu artinya untuk dan karena kemelaratan atau kemiskinan. Bukan, tetapi mengandung unsure-unsur kekuatan dan ketabahan hati dalam menghadapi segala kesulitan. Maka dibalik kesederhanaan itu, terpancarlah kebesaran jiwa; berani maju terus dalam menghadapi perjuangan hidup dan pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan disinilah hidup tumbuhnya mental/karakter yang kuat, yang menjadi syarat bagi suksesnya bagi perjuangan dalam segala segi kehidupan.

Jiwa Berdikari (kesanggupan menolong diri sendiri): Didikan inilah merupakan senjata yang ampuh. Berdikari bukan saja dalam arti bahawa para santri selalu belajar dan berlatih mengurus kepentingannya sendiri. Tetapi Pondok Pesantren itu sendiri sebagai Lembaga Pendidikan tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan dan belas kasihan orang lain. Itulah self bedruiping system (sama-sama memberikan iuran dan sama-sama memakai).

Jiwa Ukhuwah Islamiyah: Kehidupan di pondok meliputi suasana persaudaraan yang akrab, suasana persatuan dan gotong royong, sehingga segala kesenangan dirasakan bersama, dengan jalinan perasaan keagamaan, ukhuwah (persaudaraan) ini, bukan saja didalam pondok itu sendiri, tetapi juga dibawa sampai mereka keluar, bahkan sampai mempengaruhi pula ke arah persatuan ummat dalam masyarakat.

Jiwa Kebebasan: bebas dalam berfikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depannya, dalam memilih jalan hidup didalam masyarakat; dengan berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi kehidupan. Kebebasan itu bahkan sampai kepada bebas dari pengaruh asing/colonial (disinilah harus dicari sejarah Pondok Pesantren yang mengisolir dari kehidupan Barat yang dibawa oleh penjajah.

Hanya saja dalam suasana kebebasan ini sering kali kita temui unsur-unsur negatif, yaitu apabila kebebasan itu disalahgunakan, sehingga terlalu bebas (untuk tidak mau dipengaruhi), berpegang teguh kepada tradisi yang dianggap sendiri telah (pernah) menguntungkan pada zamannya, sehingga tidak menoleh keadaan sekitarnya. Akhirnya tidak bebas lagi, karena mengikatkan diri kepada yang diketahui itu sahaja.

Maka kebebasan itu harus dikembalikan kepada aslinya, yaitu bebas dalam garis-garis DISIPLIN yang positif, dengan penuh tanggung jawab. Baik didalam khidupan Pondok Pesantren itu sendiri, ataupun dalam kehidupan masyarakat.

Jiwa yang menguasai suasana kehidupan Pondok Pesantren itulah yang dibawa oleh para santri sebagai bekal pokok dalam kehidupannya di masyarakat. Dan jiwa Pondok Pesantren inilah yang harus sentiasa dihidupkan, dipelihara dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya.

Sumber: http://www.walsantor.com/2011/08/definisi-dan-isi-panca-jiwa-pondok.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s