Mengenang Kyai Haji Imam Zarkasyi (4): Bentakan Pak Kyai

Ustadz Hasanain Juaini (Alumni Gontor)

Pimpinan PONDOK PESANTREN NURUL HARAMAIN LOMBOK BARAT, NTB, INDONESIA

Saya sangat yakin jika Kyai Imam Zarkasyi tahu Kyai Haji Zulkifli Muhaldi dikemudian hari akan menjadi Bupati Kab. Sumbawa Barat, maka teriakan beliau kepadanya akan semakin besar lagi. Ini cerita sebuah kejadian sekitar tahun 1980.

Berkanaan dengan akan datangnya tamu Duta Besar Arab Saudi, seluruh guru dan santri gontor turun ke lapangan untuk melakukan latihan terakhir general repetisi. Latihan ini, kata beliau mengingatkan, harus seperti keadaan sebenarnya. Tidak boleh ada yang main-main. Inilah Sunnah Gontor agar tamu benar-benar merasakan telah dimuliakan. Memuliakan tamu adalah kewajiban orang beriman.

Mula-mula Al-Ustaz Syamsul Hadi Untung diminta untuk memerantan Tamu Duta Besar, lengkap dengan staff Komas (istilah untuk bagian pengasuhan santri yang berkantor di KOMPLEK MASJID). Sedangkan Al-Ustaz Zulkifli Muhadli diperintahan menjadi Pemimpin Upacara, maklum beliau ini badannya tegap atletis, gagah dan suara lantang sekaligus sebagai Majlis Pembimbing Gugus Depan Gontor.

Gara-garanya dimulai dengan kurang sigapnya Ustaz Zulkifli yang kurang tegap dalam menyambut rombongan Tamu (Ustaz Untung dkk) maka menggelegarlah suara Kyai Imam Zarkasyi: Zulkifli . . . .guoblok kamu…..buodddoh, tamunya kok tidak diiringi dari samping kanannya? Ulang….Ulang….Ulang.

Selanjutnya, persis sebelum Komandan Upacara kita hendak mengangkat tangan member hormat . . .mendadak lagi teriakan Kyai Imam Zarkasyi: Guoblooooooooooooooook…buoddddddoooooooooh…suaranya kok tidak lantang? Badannya kok tidak tegap….pandangannya kok tidak lurus kepda tamu…..ulaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang!

Seingat saya waktu itu tidak ada satupun orang saling berbicara, bergerak-gerik yang merusak sikap siap gerak, jumlah kami sekitar 1500 an orang. Saya melihat kaki Ustaz Zulkifli seperti gemetaran sekalipun tetap siap. Dia terdiam tak tahu apa yang harus dilakukannya. Sepertinya menunggu gerangan perintah apa yang akan dikeluarkan Kyai Imam Zarkasyi. Yah tentu saja “Ulaaaaaaaaaaaaaaaang. Dari awaaaaaaaaal. Perhatikan semua” . Tak satupun berani lengah karena kesalahan kecil saja akan menyebabkan perintah “Ulang dari awal” akan keluar lagi. Ini benar-benar melelahkan. Tapi syukurlah akhirnya beliau puas dan acara sesungguhnya juga berjalan baik sekali, sehingga Duta besar itupun merasakan penghrmatan yang diberikan kepadanya sangat-sangat baik.

Kalau Ibu-Bapak Walsantor ke Gontor 1 pasti tahu ada dua unit Gedung besar berlantai tiga diberi nama AL-MABNA ASSU’UUDI ( Gedung Saudi)…mungkin itulah buah atau barakah dari MENGHORMATI TAMU DENGAN BAIK yang ditanamkan Gontor kepada santri-santrinya. Wallahu A’lam.

Suatu hari, jauh setelah acara penyambutan tamu itu, di dapur keluarga rumah Kyai Imam Zarkasyi saya beranikan bertanya: Pak Yai, mengapa Uztaz Zul dimarah terus dan suara Pak Yai kencang sekali? Belia menanyai saya: Apa yang kamu fikirkan saat itu? Tidak tahu Pak Yai. Apa yang kamu rasakan? Saya diam tidak bisa menjawab.

Dikemudian hari setelah saya menjadi Guru di Gontor beliau menjelaskan: seorang pemimpin harus tahu kapan marah, kepada siapa marah dan bagaimana caranya marah. Yang penting bukan marahnya tetapi apa tujuan marah itu terpaksa dilakukan? Kalau jumlah objeknya terlalu banyak, maka tidak mungkin memarahi semuanya, nanti kita bisa mati marah. Pilih yang paling puncak untuk dimarahi, nanti yang dibawahnya akan mikir: “ kalau yang paling pincak saja dimarahi, apalagi saya?”. Yang sangat penting kalau terpaksa harus marah adalah niatnya, tidak lain ikhlas demi kebaikan kita bersama. Tidak untuk mengumbar hawa nafsu. Dari sanalah asalnya mengapa motto tulisan ayat “ In Uriidu Illal Islah= TIADA YANG KUINGINKAN KECUALI DEMI KEBAIKAN” ditulis dan ditempel di mana-mana di Gontor 1.

Kini saya juga mikir-mikir…..sangat mungkin Kyai Haji Zulkifli Muhadli yang sekarang sedang jadi Bupati di Sumbawa Barat akan tersenyum-senyum saja kalau ada para pendemo yang meriaki beliau Goblok….bodoh….tidak becus….dst… Rupanya dulu itu Cuma latihan saja toh???

Ada beberapa alumni yang nyalon jadi bupati atau wakil bupati…dengan berseloroh kami Tanya mereka EH DULU PERNAH DIBENTAK KYAI ENGGAK DI GONTOR? Kalau pernah ya nyalonlah….he he he.

Sekian dulu untuk hari ini.
Wassalam

Sumber: http://walisantrigontor.wordpress.com/2012/05/05/mengenang-kyai-haji-imam-zarkasyi-4-by-hasanain-juaini/

Artikel Terkait:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s