Pengalaman Walisantri Baru 2

Oleh: Bapak Teguh, di ambil dari komentar di: http://imambachtiar.wordpress.com/2010/09/17/bagaimana-belajar-di-gontor/

15 Juni 2012, 02 am

Assalamualaikum

Hari ini sudah 15 hari putra kami tinggal di Gontor 2 dan kami bersyukur karena anak kami sepertinya sudah enjoy disana padahal sebelumnya selama 3 hari sejak kami tinggalkan anak selalu telpon setiap ada waktu untuk minta pulang.dan setelah kami konsultasikan dengan ustadz pembimbingnya disarankan untuk tidak mengangkat jika ada telpon masuk dari Gontor, jika ada sesuatu dengan anak kami maka ustadz yg akan menghubingi kami.

3 hari kemudian ustadz dari gontor menghubungi kami memberi tahukan anak kami agak sesak napasnya, dan belia menanyakan riwayat sakitnya apakah punya sakit asma setelah kami nyatakan tidak ada maka kesimpulanya anak kami sesak karena menahan tangis mungkin karena sulit menghubungi mamanya bukan karena penyakit bawaan.

Saat itu juga ustadz meyatakan kepada kami bahwa percayakan saja penangananya kepada pondok Insya Allah anak kami termasuk tipikal yang betah di Pondok berdasarkan pengalawan beliau.

Lama kami tak mendapat khabar dari anak kami, akhirnya kami juga yang tidak tahan akhirnya kami menghubungi Pondok untuk disambungkan ke putra kami, hari pertama dan kedua kami tidak dapat bisa bicara dengan anak kami karena walaupun sudah dipanggilkan rupanya anak kami tidak sempat menerima telpon kami karena sibuk dengan kegiatanya.

Dihari ke tiga kami baru bisa bicara dengan anak kami dan dengan menahan tangis kami menanyakan kabarnya dan di jawab baik2 saja dia di sini, tidak ada kesedihan dalam nada bicaranya malah terkesan gembira, anak kami hanya menanyakan kapan papa mau main ke pondok setelah kami jawab baru bulan juli bisa kesana anak kami hanya menjawab ooooo ya sudah gak apa apa, dan subhanallah baru 2 menit kita bicara anak kami yang memutuskan pembicaraan ini ” Papa sudah dulu ya aku mau masuk kelas dulu nih, nanti kalau mau telpon lagi malam aja….” setelah salam langsung ditutup telponnya.

Setelah telpon ditutup kami yang menangis bahagia dan dengan bercanda mamanya bilang sudah sombong ya pah anak kita, sudah lupa rupanya dia 2 minggu yang lalu masih menangis minta pulang, sekarang kami yang menanti telpon kami berdering berharap telpon dari anak kami.

Memang benar yang dikatakan Pengasuh pondok buat anak awalnya berat untuk memulai mondok namun nantinya yang lebih berat bagi orang tuanya terutama ibunya yang akan mengingat terus anaknya setiap waktu,

Mohon doanya semoga anak kami dapat lulus dalam test nanti dan dapat menyelesaikan pendidikanya di Pondok Gontor dan menjadi anak yang bermanfaat bagi kita semua, amin

One thought on “Pengalaman Walisantri Baru 2

  1. Mungkin begini juga perasaan orang tua ketika meninggalkan saya di Gontor. Tapi bukannya kami para santri tidak mau menghubungi orang tua, bilik wartel kurang dari 20 buah untuk ribuan santri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s