Pengalaman Mendaftarkan Calon Pelajar di Gontor 2

Sabtu (2 Juni 2012) pukul 7 pagi Stasiun Tugu Yogyakarta, kereta Sancaka mulai ribut mengangkut gerbong bergerak menuju ke arah timur. Sesuai perjalanan yang sudah saya ceritakan di posting “Bagaimana Menuju Pondok Gontor 2“, pukul 9.30 sampailah di Stasiun Madiun. Di pintu keluar, sudah disambut para tukang becak yang menawarkan jasanya.

Kami dengan satu koper kecil dan tas punggung berisi penuh barang, diangkut oleh tukang becak ke pangkalan. Becak yang nyaman, suasana Kota Madiun yang masih sepi, perjalanan sekitar 800 m, biaya Rp 10ribu, sampailah kami di jalan utama Madiun-Ponorogo. Di sini tiap 15 menit bus Cendana sliweran untuk angkut penumpang ke Ponorogo.

Dst hingga sampailah di Gerbang Pondok Gontor 2 di Madusari. Suasana sudah ramai, beberapa orang tua yang mengantarkan anaknya sibuk angkat koper. Pertama kali yang dilakukan adalah melapor ke petugas jaga (santri juga) untuk didata sambil menyerahkan KTP. Selanjutnya menuju ke Balai Penerimaan Tamu (BAPENTA) untuk mendapat kartu identitas tamu.

Waktu sudah siang, belum sholat Dzuhur, belum makan siang, tapi tetap setia menunggu di tempat pendaftaran. Pukul 14.00 pendaftaran kembali dibuka. Menuju desk information, mendapat 1 map biru berisi banyak form yang harus diisi. Form tersebut diantaranya identitas calon pelajar, surat pernyataan, angket/kuisioner, info riwayat kesehatan, dan kartu calon pelajar, warna kuning untuk lulusan SD dan biru untuk lulusan SMP.

Setelah semua diisi diserahkan kembali sambil dilampirkan foto, akte kelahiran, fotokopi KTP wali, dan surat pengantar dari sekolah asal. Untuk diketahui, pendaftaran dilayani apabila syarat-syarat di atas sudah lengkap, termasuk sudah membawa barang-barang keperluan siswa, karena setelah mendaftar, siswa langsung tinggal di asrama, tidak boleh pulang lagi.

Beres, menuju ke meja berikutnya. Di sana akan mendapat nomor pendaftaran, nomor ini harus dihapalkan karena berikutnya akan dipakai nomor, bukan nama, pesan panitia. Sambil diinfokan bahwa pendaftaran sekitar x juta rupiah, apakah bapak sudah membawa uang tunai? Jika oke, bisa masuk ke ruang adminsitrasi.

Di bagian administrasi membayarkan uang pendaftaran, di sana kartu calon pelajar juga diisi masuk rayon apa, ruang/kamar mana, dsb. Selanjutnya bertutut-turut ke meja pendaftaran pidato, bagian kesehatan (BKSM) , dan Pramuka. Di sini akan dibagi masuk group mana, siapa pembimbingnya, dll. Semua informasi ini ditulis di kartu kuning atau biru tadi. Di stand BKSM diinfokan kapan tes kesehatan dan membayar uang uji xxrb, dan khusus SMP ada tes urin dengan biaya xxrb. Di stand Pramuka juga tersedia keperluan seragam dan atributnya, bisa dicoba langsung dan bisa langsung beli sesuai ukuran. Harga keperluan pramuka adalah xxxrb rupiah.

Berikutnya adalah ujian penempatan di ruang 103 (kalau tidak salah). Ujiannya salah satunya adalah baca Alquran. Dari ujian penempatan ini akan ketemu ditempatkan di kelas mana selama proses Kelas bimbingan ini sampai ujian masuk KMI dilaksanakan. Hasilnya akan dituliskan di kartu kuning tadi, Alquran berapa, dan kelas apa.

Next, ke stand perlengkapan untuk mengurus kasur, kunci lemari, plastik sandal, dsb. Barang-barang ini bisa langsung dibawa ke kamar. Barang-barang lain jika belum bawa dari rumah, sudah lengkap tersedia di koperasi pelajar, dari sajadah, buku-buku paket, baju putih celana hitam, sampai ember dan odol. Proses pendaftaran semua ini kira-kira butuh waktu 3 jam. Menuju kamar, beres ! Hari berikutnya sudah bisa mengikuti aktivitas, masuk kelas, mengaji di masjid, dll.

Berita terakhir tanggal 2 Juni kemarin sudah ada pendaftar 1500an santri, dengan rata-rata puluhan pendaftar per hari. Kebanyakan pendaftar adalah lulusan SD yang mencapai 900an. Parkiran sudah penuh dengan mobil-mobil, rata-rata dari luar pulau Jawa. Ada juga pendaftar dari luar negeri Malaysia dan Thaland yang juga sudah mencapai puluhan orang. Kalau Anda ingin menginap juga bisa, disediakan ruangan di Bapenta, cukup sewa kasur atau tidur di atas karpet yang sudah disediakan. Ber-ramai-ramai di satu ruangan, jelas donk. Tapi di sini serunya. Bahkan sampai tidur di teras, atau gelar tikar di parkiran karena ruangan sudah penuh. Disarankan bawa tikar bagi yang membawa mobil pribadi, dan makanan cukup karena kantin buka pada jam-jam tertentu saja. Rata-rata para orang tua menginap dulu 1 atau 2 hari sebelum meninggalkan putranya di pondok.

Sekian dulu sharing informasinya, semoga bermanfaat.

Sumber: http://moko31.wordpress.com/2012/06/07/pengalaman-mendaftarkan-calon-pelajar-di-gontor-2/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s