Bagaimana Cara Menuju Pondok Gontor 2 Putra?

Pendaftaran santri baru Pondok Modern Darussalam Gontor telah dibuka, dan dalam hal ini dipusatkan di  Pondok Gontor 2. Gontor 2 berlokasi di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Ponorogo. Bagaimana mencapai lokasi tersebut? Gampang-gampang susah, perlu trik supaya perjanalan Anda efisien dan menyenangkan. Kalau naik mobil pribadi, sungguh tidak masalah. Pada postingan ini hanya untuk yang memakai angkutan umum.

Jika Anda dari Jakarta, naik pesawat, maka turunlah di Bandara Adisutjipto (Yogyakarta) atau Adisumarmo (Solo). Dari masing-masing bandara tersebut bisa naik taxi ke arah stasiun Tugu Yogyakarta atau Solo Balapan. Kereta api akan mengantarkan Anda ke Stasiun Madiun. Dari stasiun Madiun, lalu naik becak ke arah timur dan menunggu bus Madiun-Ponorogo yang keluar dari terminal (bus Cendana). Di sini bus Cendana tiap 15 menit lewat dan biayanya juga murah, 6000 rupiah.

Setelah perjalanan sekitar 45 menit, sampai di terminal Ponorogo. Ambil saja bus arah Ponorogo-Trenggalek dan akan berhenti di perempatan Dengok. Setelah itu dari perempatan naik becak atau jalan kaki ke arah Pondok Gontor 2. Jaraknya sekitar 200 meter, sebelah kanan jalan.

Jika Anda dari Jakarta naik Kereta, maka pilihlah KA rute Jakarta-Surabaya, namun berhenti di Madiun. Langkah berikutnya sama dengan di atas. Bisa juga memakai Kereta Madiun Jaya (Manja) dengan harga lebih murah tapi nyaman, dari Yogyakarta/Solo. Keberangkatan KA Manja dari stasiun Lempuyangan adalah 10:13 (non AC), 16:09 (AC), dan 18:04 (non AC). Lebih murah lagi naik Kereta ekonomi Kahuripan (5.37), Sri Tanjung (7.30), Logawa (9.05) atau Gaya Baru Malam (21:12). Rata-rata lama perjalanan adalah 3 jam.

Kalau naik kereta bisnis/eksekutif, waktu tempuh hanya 2,5 jam sampai Madiun (dari Yogyakarta). Kereta Mutiara selatan misalnya, harganya 9x lipat sih emang (180rb). Ini dia beberapa kereta yang melintas dari Jogja ke Madiun (Download: Jadwal KA jumat 18 Mei 2012.pdf (data di ambil untuk tanggal 18 Mei 2012, data bisa berubah-ubah, untuk terus update kunjungi website PT KAI – www.kereta-api.co.id). Sedangkan dari Madiun ke Jogaj sbb (Download: Jadwal KA minggu 20 Mei 2012.pdf). Kereta yang cukup murah dan cepat adalah kelas bisnis Sancaka Pagi, berangkat dari Stasiun Tugu Yogyakarta pukul 7.02, harga Rp 80.000,-

Jika Anda naik bus, bisa start dari terminal Giwangan (Yogyakarta) atau Tirtonadi (Solo). Naik saja Bus Mira AC, murah sekali hanya Rp 20.000 sampai Terminal Madiun. Setelah itu bisa naik bus Harapan Jaya AC (Madiun-Ponorogo-Pacitan) langsung bisa turun di depan pondok (jam-jam tertentu berangkatnya, pukul 11, 13, 15, dan malam), atau naik bus kecil-kecil Cendana (tiap 15 menit berangkat).

Namun kalau naik Mira AC akan lama sekali, bisa menghabiskan waktu 5,5 jam Jogja-Madiun. Karena kena lampu merah, naik-turunkan penumpang di jalanan, keluar masuk di terminal Solo, Sragen, Ngawi, Magetan, dan Madiun. Pake ngetem dulu di terminal Tirtonadi (Solo) dan Maospati (Magetan). Banyak pengamen, pedagang asongan, pengemis, dan peminta sumbangan.

Hal-hal lain yang perlu diketahui, di Ponorogo tidak ada taxi, angkutan umumnya yaitu angkot dan bus Jaya. Kondisi terminal Ponorogo cukup kotor dan tukang ojeknya “nafsu banget” sama calon penumpang, yah hati-hati saja. Ada juga bus dari Solo-Ponorogo via Wonogiri-Purwantoro dst, namun jalannya meliuk-meliuk dan lebih sepi, tapi lebih cepat (kayaknya, kurang tahu juga). Jika dari Pondok mau pulang ke Madiun misalnya, cegat aja bus yang langsung ke arah Madiun, bisa jalan ke perempatan Dengok, menunggu bus yang ke arah terminal Ponorogo atau menunggu bus dari arah pacitan atau Pacitan-Surabaya (lebih jarang lewat).

Sekilas tentang kota Ponorogo. Ponorogo termasuk kota yang kecil, plat motornya AE, sama kayak Madiun. Tidak ada macet, tapi polusi dari motor 2 TAK, masih banyak berkeliaran. Terakhir ke sana tahun 2006, sampai sekarang 2012 (6 tahun), belum banyak perubahan. Pembelah jalan yang ditanami pohon-pohon di tengah jalan ke arah Jetis/Pacitan, masih berwarna biru, alun-alun dengan banyak patung-patungnya, gedung bupati yang sampai 6 lantai, juga masih tetap sama. Di sini banyak sekali pondok-pondok pesantren. Dan makin kagumnya, di kota ini masjidnya bersih-bersih. Warga sekitar penduduknya masih seperti Jawa Tengah karena masih dekat dengan Wonogiri atau Solo, bahasa Jawa-nya juga masih sama kayak Jawa Tengah. Berbeda dengan Jawa Timuran lain seperti Pasuruan atau Surabaya yang sudah Suroboyonan.

Sekian  dulu, semoga informasi ini bermanfaat bagi para bapak/ibu yang ingin mendaftarkan anak atau saudaranya ke gontor 2 Putra.

Sumber: http://moko31.wordpress.com/2012/05/14/bagaimana-cara-menuju-pondok-gontor-2-putra/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s