Selamat Datang

Selamat datang di cerita Gontor. Pembuatan blog ini terinspirasi karena banyak kisah menarik yang bisa dibagi. Juga memberikan rangkuman informasi bagi pembaca yang ingin menyekolahkan putra/putrinya di PM Darussalam Gontor. Sumber informasi berasal dari walisantri, googling, dan pengalaman pribadi. Klik Daftar Isi untuk melihat kumpulan artikelnya. Semoga bermanfaat.

Pesan dan Nasehat DR. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA

Anak-anakku sekalian, yang tidak bisa ditutupi adalah kebahagiaan. ana sa’id biliqôi abnâi al- indonisi al-maujud hinâ. Ini merupakan sebuah pertemuan yang kami sengaja untuk ikut mengawal, mendo’akan dan memantau anak-anak Gontor dan umat ini seluruhnya hingga bapak Kedutaan Besar Republik Indoensia di Kairo. Dengan harapan agar kita semua memiliki prestasi, gerak dan berkah dalam perjuangan kita. Amin. Continue reading

Hukuman yang Ada di Gontor Putra

Mengapa di hukum? Karena tidak disiplin. Apa saja bentuk ketidak displinan, dan bagaimana hukumannya?

1. Bahasa, yaitu memakai bahasa Indonesia atau bahasa daerah selama di pondok.

2. Makan di warung rumah warga, hukumannya bisa diskors sampai satu tahun.

3. Datang terlambat sholat atau di kelas. Kemarin ada puluhan pada telat datang sholat Jumat, suruh jongkok-berdiri sampai beberapa kali, baru boleh masuk masjid.

Hukuman bisa di tempat, bisa juga di Mahkamah. Di Mahkamah biasanya di “ingatkan” apa kesalahannya, lalu di beri pengarahan, selama pengarahan kaki diminta diangkat satu, sampai pengarahan selesai. Baru boleh keluar, dan mengerjakan PR misal menjadi Jasus. He..he..

Jangan Kotori Pondokku

Kita harus menjaga kebersihan pondok, biar tidak terkesan kumuh dan kotor. Di pondok tidak ada cleaning service, semua pekerjaan kebersihan dilakukan oleh santri. Jumlah santri di sana ada ribuan, dan jadwal kegiatan yang super banyak dan sibuk, jadi mungkin beberapa titik terkesan kotor dan kumuh.

Tapi, salah satu penyebab kotornya lingkungan Gontor adalah pengunjung pondok yang kurang memperhatikan kebersihan. Maksudnya, bisa dilihat di Bapenta, bisa dilihat buktinya. Banyak tamu pada gelar tikar di lorong dan pada tiduran. Tidak pada mau buang sampah di tempatnya, padahal sudah disediakan puluhan tong sampah di pondok. Hal ini menyebabkan kesan kumuh juga.

Di depan Masjid Pusaka, pun jadi sasaran tamu tiduran. Pada bawa tas-tas, nasi bungkus, botol minuman, dan lagi-lagi pada buang sampah seenaknya. Duh, halaman surau pusaka jadi kotor tuh.

Tamu yang terhormat, boleh jenguk putranya, tapi jangan kotori pondokku ya. Banyak tamu yang datang serombongan, komplit dari kakek sampai cucu, komplit juga bawa tikar sampai termos air panas, serasa mau camping seminggu aja. Dan, pada gak jaga kebersihan. Ini yang disayangkan.

Kalau semua pada jaga kebersihan, tentunya lingkungan pondok akan tetap bersih. Karena santri diajarkan untuk hidup bersih. Tinggal kita, para tamu, untuk hidup bersih juga.  Oke, keep clean, biar anak-anak kita sehat karena tidak ada sampah yang jadi sarang penyakit.

Panggung Gembira 18 Oktober 2012 Gontor

Ini adalah pengalaman penulis pertama kali nonton Panggung Gembira, selama ini lihatnya di Youtube doank. Acara kali ini adalah Panggung Gembira 687, nama angkatannya Dynamic Generation. Bagus, seru, hebat, mantap, dll mungkin semua penonton juga berpendapat demikian. Bagaimana kondisi PG tahun ini? Simak cerita singkatnya berikut ini.

Kamis siang, suasana parkir depan gedung Al Azhar sudah ramai. Banyak plat mobil berbagai daerah sudah memadati halaman. Waktu di Bapenta, di lorong lantai 1 dan 2 juga sudah banyak walisantri. Pada gelaran tiker dan masih banyak yang tiduran. Ups, di Bapenta sedang ada pameran stand sebuah produk kosmetik, beberapa akhwat cantik dan berdandan komplit memberi warna beda di bapenta hari ini, hehe…

Langsung ketemu adik, untung saja dia nelpon lewat wartel pas saya lagi masuk di daerah Ponorogo, jadi gak perlu cari-carian deh, langsung janjian aja, suruh nunggu di Al Azhar, 5 menit lagi kita sampai Pondok. Jreng..jreng.. adik saya lari mendekati tukang ojek yang saya tumpangi.

Muter-muterin pondok sampailah di depan panggung, depan Aligarh. Wow, gede bgt stage nya. Dengan domiinasi warna hijau tua cerah, panggung yang kokoh dan megah, meberikan efek 3 dimensi ini sedang di hias oleh ratusan bahkan ribuan santri. Semua pekerjaan dilakukan dengan gotong royong, ada yang angkut-angkut kembang, pasang papan selamat datang, pasang screen LCD, dll.

Pukul 15-an mulai gladi resik, lucu-lucu atraksinya, haha.. Tapi belum pada pake kostum. Masih pada pake kaos dan beberapa pakai sarung.

Pukul 19, acara dimulai. Antrean mulai memadati pintu masuk. Baik di pintu pria atau wanita. Semua di jaga ketat. Hingga akhirnya pintu pun di buka dan para walisantri pun bisa masuk ke dalam.

Atraksi pertama, pembukaan donk. Atraksinya ada nyanyi-nyayi di barisan belakang, barisan depan adalah tarian Aceh yang bagus itu, bagian tengah ada penyanyi, bagian pinggir alat musik dan penari-penari yang lucu gerakannya. Ada penabung gendang/rebana. Nama sesi ini Badrun kalo gak salah. Bagus, bagus, semua kompak. Pada pake kostum yang warna-warni, so makin yahud aja penonton dibuatnya. Disusul dengan munculnya barongsai, dan ada pesta kembang apinya. Ada kiciran lampu diterbangkan (biasa sering kita lihat di alun2 kidul jogja), dan balon-balon diterbangkan. Hmmm, keren lah.

Acara memikat berikutnya adalah angklung. Instrumen modern dipadukan dengan angklung, dan terompet. Apik, tapi sayangnya suara terompetnya mendominasi jadi angklungnya kurang terdengar. Tapi dapet nilai 8 cukup lah (penilian saya sendiri sih..).

Next, Gontor On the Spot. Ha..ha.. Gila juga ya anak Gontor bikin video 7 antraean paling panjang versi Gontor. Ada antrean makan, kamar mandi, cukur, ambil buku tabsis di ADM, antre beli mie ayam gontor, dan antrean terpanjangnya waktu mau minta surat kepulangan. Digambarkan di video itu antrean yang sangat panjaaaaang gak abis-abis. Gokil, saya tertawa lama lihatnya. Antre, kereta api kesabaran, begitu filosofisnya.. Hehe. Saya coba googling di youtube ternyata belum ada yang upload. Tunggu saja, mudah-mudahan diupload dan siap-siaplah tertawa.

Next, harmoni nusantara. Ini sesi paling oke [versi saya]. Paling menyentuh, karena emang bener sih, Indonesia dikarunia berbabagai macam budaya yang indah dan harus kita lestarikan. Diawali dari Provinsi NAD dengan tarian samannya. Lalu Papua dengan lagu Sajojo-nya, kemudian Sumatra Utara dengan tarian kaki-nya. Semua kompak dan sambung menyambung, jadi penonton dibuat makin terpukau karena dibuat klimaks berkali-kali, haha lebay bahasanya. Selanjutnya tari Kecak Bali, mantap lah dengan suara musik pendukung yang gak henti-henti. Next lagu Jawa Getuk asale seko telo, dengan para penari dan penyanyi pada pakai blangkon dan baju hijau. Berikutnya lupaa, udah sedikit ngantuk juga sih.

Walau beberapa kali hujan dan gerimis datang berkali-kali, tidak menyurutkan antusias penonton untuk terus nongkrongin depan panggung. Untungnya saya sedia payung dari Jogja, jadi tetap dry sepanjang acara. Acara membosankan ketika pada baca syair atau puisi, dan cerita anoman yang pakai bahasa arab, wah gak paham jadi gak bisa menikmati.

Acara selesai pukul 23an. Dan hujan deras mengguyur, bubar lah penonton dan panitia pun merayakan kesuksesan acaranya dengan bernyanyi bersama. Tersenyumlah selamanya, itu petikan lagu yang saya dengar dari kejauhan. “Hebat, anak-anak setara SMP SMA bisa bikin acara sangat spektakuler seperti itu, keren lah” pikir saya dalam hati. Betapa sibuknya panitia di belakang panggung saat acara itu ya.. puluhan tenaga, keringat, cemas, dan kesenangan bercampur jadi satu. demi kesuksesan acara. Hasilnya bisa dilihat oleh kita kemarin malam, wow luar biasa…

Ghosob

Di gosob-ghosob, dari lampu Aladin keluar sandal, peci, ikat pinggang, dll (haha, lucu lucu).

Ghosob, pertama kali denger istilah ini juga dari cerita adik yang sekolah di Gontor. Apa itu Ghosob? Meminjam definisi dari blog rekan (http://nurmuhammadmalikuladil.blogspot.com), Ghosob adalah meminjam sesuatu milik orang lain dan menggunakanya tanpa izin. Sementara dari (http://leexien.blogspot.com), ghosob menurut Mazhab Hanafi: mengambil harta orang lain yang halal tanpa ijin, sehingga barang tersebut berpindah tangan dari pemiliknya.

Di kalangan para santri, ghosob bisa dikatakan sebagian dari hidup mereka  yang sulit dihilangkan. Misalnya begini nih, misalkan santri baru keluar dari masjid, eh tiba-tiba sandalnya hilang. Kemudian santri mengghosob sandal orang lain tapi nanti akan kembalikan. Contoh lain si A mengambil sajadah si B dengan tidak bermaksud memilikinya tetapi memanfaatkannya untuk shalat. Setelah itu dikembalikan lagi ke tempat semula (Leexien, 2012). Kesemuanya ini adalah GHOSOB, hampir mirip dengan pencurian namun bukan mencuri.

Di sini tidak akan saya bahas hukumnya, saya juga tidak faham. Yang ringan-ringan saja, saya coba buat list beberapa barang yang potensial di Ghosob. Apa saja?

Yang pasti, adalah SANDAL. Ini wajar saja terjadi karena supplier sandal dari Koperasi Pelajar cuma satu, jadi modelnya ya sama. Mau dinamain seperti apa juga rawan ketukar atau hilang. Solusi pakai kantong sandal sebenarnya bagus, tapi kadang santri malas pakai kantong karena mungkin ribet. Siapa yang belum pernah ghosob? Hayooo…

Yang kedua, adalah SHAMPOO botol. Antrean gayung di depan pintu kamar mandi, kalau ada shampo botol, ditinggal bersin pasti sudah raib. Nasib malang yang sering hilang selain shampoo adalah sabun muka (Biore atau Nivea), sekali lirik oke sajalah. Haha…

Lainnya masih banyak sebenarnya, ada peci, ikat pinggang, dll.

Jadi pada prinsipnya, susah juga sih mengontrol ribuan orang dalam satu pesantren. Pesan saya kepada adik, ” Jangan ghosob ya. Kalo sandal ilang, ya udah beli lagi aja”. He..he..

See you…

Gambar di ambil dari: http://ipoelhuda.blogspot.com/2012/02/dont-ghosob.html

Cara Menuju Gontor 1 Putra

Lagi-lagi, naik kereta Sancaka Pagi dari stasiun Tugu ke Stasiun Madiun, pukul 07.15. Kereta lebih pagi kelas ekonomi ada Kahuripan. Sementara yang agak siang ada Sritanjung (7.30), Logawa (9.15), dan Madiun Jaya Non AC (10:15) dari Lempuyangan. Lama perjalanan sekitar 3 jam. Ini lebih efektif dibanding naik bus, bisa 5-6 jam.

Keluar dari stasiun Madiun jangan lupa ke ATM dulu. Di stasiun Madiun ini tersedia ATM BNI, tepat di pintu keluar, yang bisa juga untuk narik uang pake fasilitas ATM bersama.

Perjalanan ke Ponorogo bisa pakai bus, bisa pakai jasa ojeg. Tapi saya lebih prefer naik ojek, lebih cepet sih, hehe. Setelah tawar-menawar akhirnya dapat kesepakatan harga 45.000 rupiah. Dipilihnya moda angkutan ini karena cepat dan tidak pakai oper-oper, langsung ke lokasi pondok.

Perjalanan 45-60 menit sampailah kami di Gedung Al Azhar. Di bawah tangga ada petugas Bapenta. Di sini akan di data nama dan asal, sambil menyerahkan ID card misal KTP untuk ditukar dengan name-tag Tamu.

Perjalanan pulang, saya pakai ojek lagi. Harga Rp 50.000, 00 udah flat ga bisa di tawar lagi. Ya sudah, yang penting bisa cepat sampai dan tidak telat kereta di Madiun. Ada pilihan jam 2 siang Logawa dan Madiun Jaya non AC, pukul 16 ada Sritanjung, ada Sancaka Sore (17.30), tujuan Jogjakarta.

Jadwal Kegiatan di Gontor

Jadwal padat, dari pukul 04.00-22.00 adalah jurus mujarab biar santri tidak kangen ma rumah dan fokus belajar menuntut ilmu. Dan ini sudah terbuktu puluhan tahun, ini adalah cara yang paling efektif, tidur 6 jam, aktivitas 18 jam.

Berikut jadwal aktivitas santri, saya ambil dari catatan yang ditempel di pondok:

03.45-4.30 : Bangun pagi dan persiapan sholat

04:30-05.00 : Sholat Subuh berjamaah

05.00-05.30 : Membaca Alquran

05.30-06.30 : Olahraga

06.30-07.15 : Mandi dan sarapan

07.15-07.30 : Persiapan masuk kelas

07.30-12.15 : Masuk kelas

12.15-12.30 : Persiapan sholat Dzuhur

12.30-13.00 : Sholat Dzuhur

13.00-14.00: Makan siang

14.00-14.15: Persiapan pelajaran sore

14.15-15.00: Pelajaran sore

15.00-15.15 : Persiapan sholat Ashar

15.15-15.30 : Sholat Ashar

15.30-15.45 : Membaca Alquran

15.45-16.30 : Olahraga

16.30-17.00 : Mandi sore

17.00-17.30 : Tau’iyah Diniyah

17.30-18.00: Sholat Maghrib berjamaah

18.00-18.45 : Membaca Alquran

18.45-19.30 : Makan malam

19.30-19.45 : Persiapan sholat Isya

19.45-20.00 : Sholat Isya

20.00-21.30 : Belajar malam

21.30-21.45 : Istirahat

21.45-22.00 : Absen malam

22.00-03.45 : Tidur malam (lampu asrama mati). Closed

* Wah capek juga ngetiknya nih, tapi gpp asalkan bermanfaat. Hal lain-lain yang Bapak/ibu perlu tahu:

  • Liburnya adalah hari Jumat, bukan hari Ahad
  • Selasa pagi: Muhadatsah dan lari pagi
  • Kamis siang: latihan pidato dan pramuka
  • Kamis malam: latihan pidato
  • Jumat pagi: Muhadtsah, lari pagi, kerja bakti